Dalam industri manufaktur garmen dan tekstil, cacat rajutan kain dan pemborosan bahan baku benang merupakan salah satu pos biaya terbesar yang menggerus profit margin. Sebuah pabrik tekstil berkapasitas 500 mesin tenun bermitra dengan Goodsyst untuk mengimplementasikan sistem monitoring produksi berbasis Internet of Things (IoT).
1. Masalah: Keterlambatan Deteksi Putus Benang dan Cacat Rajut
Sebelumnya, operator mesin memeriksa rajutan secara manual saat rol kain telah selesai diproduksi. Jika terjadi jarum rajut patah atau benang putus di tengah proses, ratusan meter kain yang cacat terlanjur tercetak dan harus dibuang sebagai limbah reject.
2. Solusi: Sensor Optik IoT dan Alarm Anomali Terkoneksi ke ERP
Goodsyst memasang sensor optik pintar berkecepatan tinggi pada setiap mesin rajut yang terhubung ke modul Manufacturing Execution System (MES). Sensor mendeteksi anomali kerapatan benang dan secara otomatis menghentikan mesin dalam 0,5 detik jika terjadi kegagalan rajutan.
3. Hasil: Penurunan Limbah Kain hingga 42% dan Penghematan Ratusan Juta Rupiah
Tingkat limbah kain reject berhasil dipangkas sebesar 42% dalam 3 bulan pertama. Kecepatan respon teknisi meningkat drastis, dan pabrik menghemat ratusan juta rupiah biaya bahan baku per bulan.
"Integrasi IoT pada lantai manufaktur tekstil memangkas limbah kain sebesar 42% dan meningkatkan efisiensi penggunaan bahan baku secara signifikan."
Tingkatkan efisiensi produksi dan kurangi limbah pabrik Anda dengan solusi IoT industri terpadu. Konsultasikan digitalisasi lantai pabrik Anda bersama tim engineer Goodsyst via WhatsApp atau Email sekarang.