Goodsyst
Artikel •

Studi Kasus: Pabrik Perabot Kayu Memangkas Pemborosan Bahan Baku 25% dengan Bill of Materials (BOM) Dinamis

G Oleh Tim Ahli Goodsyst

1. Masalah Klasik Manufaktur: Estimasi Bahan Baku yang Mengandalkan Perasaan

Sebelum menerapkan ERP terintegrasi, kalkulasi kebutuhan balok kayu, pernis, dan baut dilakukan berdasarkan perkiraan mandor lapangan. Akibatnya, pemesanan bahan sering kali berlebih atau sebaliknya kekurangan di tengah jalannya proses perakitan, menghambat jadwal pengiriman kontainer ekspor.

2. Solusi: BOM Bertingkat Otomatis dan Perhitungan Waste Allowance Akurat

Goodsyst membangun modul manufaktur cerdas yang memecah setiap pesanan perabot menjadi sub-assembly bertingkat lengkap dengan estimasi limbah potong (scrap allowance) terukur. Begitu Surat Perintah Kerja (SPK) diterbitkan, sistem langsung mengalokasikan stok bahan baku di gudang dan menghitung harga pokok produksi (HPP) standar.

3. Efisiensi Tinggi: Pengurangan Limbah 25% dan Kepastian Margin Laba Bersih

Pabrik mencatatkan penurunan pemborosan bahan baku hingga 25% dalam 6 bulan pertama. Manajemen kini dapat memantau varians antara HPP estimasi dan HPP aktual di setiap batch produksi secara real-time dari layar komputer kantor.

"Modul BOM dinamis Goodsyst menekan limbah bahan baku senilai Rp 280 juta per tahun dan menjamin margin keuntungan setiap pesanan ekspor tetap presisi."

Transformasikan alur lantai pabrik Anda menjadi manufaktur presisi berbasis data bersama Goodsyst hari ini.

Konsultasikan Kebutuhan Anda

Tertarik dengan solusi di atas? Diskusikan sistem impian bisnis Anda secara gratis bersama tim ahli kami.