Mengatur rute dan menugaskan armada armada truk pengiriman secara manual menggunakan papan tulis atau lembar spreadsheet adalah resep utama keterlambatan logistik. Sebuah perusahaan logistik kargo darat nasional berhasil menghemat lebih dari 300 jam kerja staf operasional setiap bulan setelah mengadopsi modul dispatching otomatis berbasis AI dari Goodsyst.
1. Kendala Operasional: Beban Administratif Pengalokasian Armada Harian
Dengan ratusan pesanan pengiriman barang per hari, tim dispatcher menghabiskan waktu hingga 4 jam setiap pagi hanya untuk mencocokkan kapasitas kubikasi truk, batasan dimensi jalan, dan zonasi rute sopir. Human error sering menyebabkan truk berangkat dengan muatan setengah kosong.
2. Algoritma Optimasi Rute (Vehicle Routing Problem) dan Dispatch Otomatis
Goodsyst membangun mesin dispatch kustom yang memproses pesanan secara instan. Algoritma membagi muatan berdasarkan volume kubikasi, berat maksimal sumbu armada, dan estimasi waktu tempuh Google Maps, kemudian langsung mengirimkan Surat Perintah Jalan (SPJ) digital ke aplikasi sopir.
3. Hasil: Efisiensi Biaya Bahan Bakar 18% dan Waktu Dispatch di Bawah 5 Menit
Proses penugasan armada yang sebelumnya memakan waktu berjam-jam kini diselesaikan secara otomatis dalam hitungan menit. Tingkat keterisian armada meningkat dari 62% menjadi 89%, sementara konsumsi bahan bakar armada terpangkas sebesar 18% berkat rute yang lebih efisien.
"Otomatisasi dispatch armada memangkas waktu perencanaan rute hingga 95% dan menekan biaya logistik secara signifikan melalui pemanfaatan kapasitas muatan maksimal."
Tingkatkan profitabilitas armada ekspedisi dan logistik perusahaan Anda melalui sistem manajemen transportasi (TMS) kustom. Hubungi konsultan logistik Goodsyst via WhatsApp atau Email untuk jadwal presentasi solusi.