1. Masalah: Data Silo Antara Pihak Otoritas, Gudang, dan Armada Truk

Sebelum implementasi, manifes kargo, status kepabeanan, dan jadwal kapal dikelola pada spreadsheet terpisah. Tim operasional membutuhkan waktu berjam-jam untuk mencocokkan status clearance kontainer, mengakibatkan rata-rata dwelling time mencapai 5,8 hari per kontainer.

2. Solusi: Dashboard Terpadu Berbasis Web dengan Integrasi API Kepelabuhanan

Goodsyst membangun portal kendali logistik maritim terintegrasi yang menghubungkan sistem manifest pelabuhan, notifikasi clearance bea cukai otomatis, dan dispatch armada truk via mobile app pengemudi. Data status kontainer diperbarui setiap menit melalui webhook real-time.

3. Hasil: Penurunan Dwelling Time ke 2,1 Hari dan Penghematan Demorage Miliaran Rupiah

Dengan visibilitas ujung-ke-ujung (end-to-end), armada truk dapat dijadwalkan secara otomatis tepat saat status kontainer berstatus 'Clear'. Dwelling time berhasil dipangkas lebih dari 60%, menghemat denda demorage hingga miliaran rupiah setiap kuartal.

"Visibilitas data logistik real-time memangkas dwelling time dari 5,8 hari menjadi 2,1 hari, meningkatkan utilisasi armada truk hingga 45%."

Optimalkan rantai pasok dan operasional logistik perusahaan Anda dengan sistem manajemen dan dashboard custom. Hubungi tim konsultan Goodsyst melalui WhatsApp atau Email untuk menjadwalkan konsultasi solusi bisnis Anda.