Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dan koperasi simpan pinjam sering kali melayani pelaku UMKM yang tidak memiliki riwayat kredit perbankan formal (unbanked). Proses survei lapangan manual yang memakan waktu hingga satu minggu membatasi kapasitas penyaluran modal usaha. Berikut bagaimana sebuah LKM regional melipatgandakan penyaluran pinjaman dengan modul Alternative Credit Scoring AI dari Goodsyst.
1. Masalah: Penilaian Kredit Konvensional Lambat dan Tingkat NPL Tinggi
Sebelumnya, analis kredit harus mendatangi warung atau toko pemohon secara langsung untuk mencatat pembukuan manual, membutuhkan waktu 5-7 hari kerja per aplikasi pinjaman. Pola ini membatasi kapasitas ekspansi dan menghasilkan tingkat kredit macet (NPL) mencapai 4,8%.
2. Solusi: AI Alternative Scoring Berbasis Data Digital dan Computer Vision
Goodsyst merancang aplikasi verifikasi kredit digital yang menganalisis rekam jejak transaksi pembayaran digital, mutasi e-wallet, dan foto etalase toko menggunakan Computer Vision untuk mengestimasi perputaran omzet harian pemohon secara objektif.
3. Hasil: Waktu Persetujuan 2 Jam dan Tingkat NPL Turun ke 1,2%
Waktu persetujuan pinjaman berhasil dipangkas dari 7 hari menjadi hanya 2 jam. Kapasitas penyaluran kredit melonjak 3x lipat, sementara tingkat kredit macet (NPL) berhasil ditekan ke angka 1,2% berkat akurasi analisis risiko AI yang presisi.
"Credit scoring alternatif berbasis AI mempercepat persetujuan pinjaman dari 7 hari menjadi 2 jam dan menekan angka kredit macet hingga 75%."
Tingkatkan efisiensi dan keamanan penyaluran pembiayaan lembaga keuangan Anda dengan teknologi AI Credit Scoring Goodsyst. Konsultasikan kebutuhan sistem Anda via WhatsApp atau Email sekarang juga.