Bagi jaringan apotek farmasi dengan ratusan gerai, kekurangan stok obat kritis berisiko membahayakan nyawa pasien, sementara kelebihan stok obat berisiko merugi akibat batas kadaluarsa yang lewat. Sebuah jaringan apotek nasional bertransformasi dengan menerapkan modul peramalan stok cerdas Goodsyst. Berikut hasil implementasinya.
1. Masalah: Tingkat Stockout Tinggi dan Obat Rusak Karena Kadaluarsa
Sebelumnya, setiap kepala apotek cabang memesan stok obat ke gudang pusat hanya berdasarkan intuisi dan perkiraan mingguan manual. Pola ini mengakibatkan 18% obat resep mengalami kehabisan stok (stockout) saat dibutuhkan, sementara stok obat lain menumpuk hingga melewati masa edar (expired).
2. Solusi: AI Predictive Demand Forecasting Terintegrasi POS & ERP Farmasi
Goodsyst mengintegrasikan modul AI prediktif yang menganalisis tren resep musiman (seperti lonjakan flu pada musim hujan), riwayat penjualan per wilayah geografis, dan waktu tunggu pengiriman distributor (lead time). Sistem secara otomatis menerbitkan Purchase Requisition yang disesuaikan untuk masing-masing cabang.
3. Hasil: Stockout Turun Menjadi di Bawah 2% dan Efisiensi Modal Kerja
Tingkat ketersediaan obat kritis melonjak hingga 98,5%, sedangkan kerugian akibat obat kadaluarsa turun hingga 70%. Perputaran persediaan (inventory turnover ratio) meningkat 2,4x lipat, mengoptimalkan perputaran modal kerja perusahaan.
"Prediksi stok berbasis AI meningkatkan ketersediaan obat kritis hingga 98,5% dan memangkas kerugian akibat obat kadaluarsa hingga 70%."
Kelola rantai pasok dan inventori farmasi bisnis Anda dengan sistem prediktif yang akurat. Konsultasikan kebutuhan sistem kustom apotek dan fasilitas kesehatan Anda bersama tim Goodsyst via WhatsApp atau Email.