Goodsyst
Artikel •

Studi Kasus: Distributor FMCG Mengurangi Dead Stock 80% dengan Sistem Peringatan Kadaluarsa Otomatis

G Oleh Tim Ahli Goodsyst

1. Kendala Utama: Pelacakan Tanggal Kadaluarsa Manual yang Rentan Human Error

Sebelum digitalisasi, tim gudang mengandalkan pencatatan batch manual pada kertas dan spreadsheet mingguan. Ketika volume distribusi meningkat hingga puluhan ribu karton per hari, barang dengan masa simpan lebih pendek kerap tertumpuk di bagian belakang rak dan terlambat dikirim ke ritel, berujung pada pemusnahan massal produk.

2. Solusi: Algoritma FEFO (First-Expired, First-Out) dan Notifikasi Dini Terpusat

Goodsyst merancang sistem manajemen gudang cerdas dengan prinsip FEFO mutlak. Setiap lot barang yang masuk dipindai menggunakan barcode genggam, mencatat nomor batch dan tanggal kadaluarsa seketika. Sistem otomatis mengunci dan merekomendasikan lot dengan kadaluarsa terdekat untuk diprioritaskan saat proses picking order.

3. Hasil Bisnis Nyata: Penghematan Ratusan Juta Rupiah dan Kepuasan Mitra Ritel

Dalam kurun waktu 3 bulan implementasi, insiden barang kadaluarsa anjlok hingga 80%. Hubungan kerja sama dengan jaringan supermarket modern semakin solid karena seluruh produk yang tiba di rak gerai dijamin memiliki masa edar yang segar dan optimal.

"Penerapan otomatisasi FEFO berbasis barcode menyelamatkan lebih dari Rp 350 juta aset inventori per kuartal dan meningkatkan akurasi pengiriman toko hingga 99,6%."

Ingin menghentikan kebocoran modal kerja akibat barang rusak dan kadaluarsa di gudang Anda? Konsultasikan arsitektur sistem pergudangan kustom bisnis Anda bersama Goodsyst sekarang.

Konsultasikan Kebutuhan Anda

Tertarik dengan solusi di atas? Diskusikan sistem impian bisnis Anda secara gratis bersama tim ahli kami.