1. Tantangan: Risiko Obat Kedaluwarsa dan Kompleksitas Penarikan Produk (Recall)

Sebelum implementasi, pencatatan tanggal kedaluwarsa dan nomor batch dilakukan secara semi-manual pada surat jalan kertas. Ketika pabrik prinsipal mengumumkan recall untuk batch tertentu yang terkontaminasi, tim distributor membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk melacak apotek mana saja yang menerima produk tersebut.

2. Solusi: Sistem Pemindaian Barcode 2D Datamatrix Terintegrasi

Goodsyst membangun modul Warehouse Management System (WMS) yang mewajibkan pemindaian barcode 2D Datamatrix pada setiap kardus dan blister obat saat proses receiving, putaway, hingga picking. Sistem menerapkan aturan First-Expired, First-Out (FEFO) secara otomatis untuk mencegah obat kedaluwarsa di gudang.

3. Hasil: Penelusuran Instan dalam 10 Detik dan Zero Retur Kedaluwarsa

Ketika terjadi permintaan audit atau recall produk, sistem mampu menampilkan daftar lengkap nomor batch, tanggal penerimaan, lokasi rak gudang, hingga nama rumah sakit atau apotek penerima dalam waktu kurang dari 10 detik. Kerugian akibat obat kedaluwarsa pun turun hingga 0%.

"Penerapan penelusuran batch digital memenuhi 100% regulasi CDOB dan memungkinkan isolasi produk yang ditarik dalam hitungan detik tanpa mengganggu distribusi lainnya."

Pastikan rantai pasok farmasi dan produk berizin edar Anda memenuhi standar kepatuhan regulasi tertinggi dengan sistem terotomatisasi. Diskusikan solusi sistem distribusi farmasi bersama tim ahli Goodsyst via WhatsApp atau Email.