1. Pola Single Shared Database (Pemisahan Kolom Tenant_ID)

Pada pendekatan ini, seluruh tenant berbagi satu database fisik dan tabel yang sama, di mana setiap baris data dipisahkan oleh kolom tenant_id. Keunggulannya adalah efisiensi biaya server yang luar biasa dan kemudahan pemeliharaan skema, namun memerlukan penulisan query yang sangat ketat untuk mencegah kebocoran data antar-tenant.

2. Pola Multi-Database (Satu Database Terisolasi per Tenant)

Setiap klien korporat diberikan file atau instans database tersendiri. Pola ini memberikan tingkat isolasi keamanan dan kepatuhan regulasi tertinggi, memudahkan pencadangan dan restorasi data per klien, serta memungkinkan kustomisasi skema khusus bagi tenant enterprise berkontrak besar.

3. Kapan Harus Memilih Masing-Masing Pola?

Gunakan shared database jika target pasar Anda adalah ribuan UMKM dengan anggaran langganan terjangkau. Namun, jika Anda melayani institusi perbankan, kesehatan, atau korporasi multinasional dengan standar audit ketat, pola multi-database (seperti yang didukung fleksibel oleh SQLite atau PostgreSQL schema) adalah pilihan mutlak.

"Memilih pola tenancy database yang tepat sejak awal menghindarkan perusahaan dari biaya migrasi arsitektur yang sangat mahal di masa depan."

Rancang arsitektur sistem SaaS B2B Anda dengan fondasi database yang aman, terukur, dan hemat biaya. Konsultasikan pemilihan arsitektur multi-tenant bersama konsultan senior Goodsyst via WhatsApp atau Email.