Menawarkan pembayaran dengan termin waktu (tempo 30, 60, atau 90 hari) adalah senjata utama untuk memenangkan kontrak pengadaan B2B skala besar. Namun, tanpa mekanisme penilaian kredit (credit scoring) yang ketat dan otomatis, perusahaan Anda berisiko terjebak pada piutang tak tertagih (bad debt) yang mengancam kelangsungan arus kas bisnis.
1. Risiko Persetujuan Plafon Kredit Berbasis Hubungan Personal
Dalam banyak perusahaan distribusi tradisional, penetapan limit kredit pelanggan korporat sering kali ditentukan berdasarkan intuisi direktur penjualan atau kedekatan personal. Praktik ini sangat berbahaya karena mengabaikan rasio likuiditas riil klien dan riwayat keterlambatan pembayaran sebelumnya.
2. Variabel Penilaian Algoritmik Multi-Faktor
Sistem ERP kustom Goodsyst mengimplementasikan modul Credit Scoring otomatis yang mengevaluasi: ketepatan waktu pembayaran 6 bulan terakhir, rata-rata volume order bulanan, rasio utang terhadap transaksi, serta kelengkapan dokumen legalitas korporasi. Sistem menghasilkan skor kredit 0-100 dan merekomendasikan limit plafon yang aman.
3. Penguncian Order Otomatis (Automatic Credit Hold) Saat Melebihi Batas
Ketika pesanan baru dari klien menyebabkan total tagihan outstanding melebihi limit plafon yang ditentukan, sistem secara otomatis mengunci pembuatan Surat Jalan pengiriman. Pembeli menerima pemberitahuan otomatis untuk melunasi faktur jatuh tempo sebelum pesanan baru dapat diproses.
"Otomatisasi penilaian kredit bisnis memangkas rasio kredit macet (NPL) hingga 65% sekaligus mempercepat proses persetujuan plafon kredit bagi pelanggan berkinerja baik."
Kelola risiko piutang dagang dan maksimalkan potensi penjualan termin B2B perusahaan Anda dengan rasa aman. Bangun modul Credit Scoring dan pengelolaan AR cerdas bersama Goodsyst. Hubungi tim kami via WhatsApp atau Email sekarang.