Merancang Disaster Recovery Plan (DRP): Memastikan RTO dan RPO Minimal untuk ERP Kritis Perusahaan
Ketika server pusat data mengalami bencana fisik, pemadaman listrik total, atau serangan ransomware, setiap menit sistem mati melumpuhkan ribuan transaksi bisnis. Memiliki Disaster Recovery Plan (DRP) yang matang dengan metrik RTO dan RPO terukur adalah jaminan kelangsungan hidup perusahaan modern.
1. Memahami Dua Metrik Vital: Recovery Time Objective (RTO) dan Recovery Point Objective (RPO)
RTO mengukur seberapa cepat sistem Anda harus dapat menyala kembali setelah terjadi kegagalan (misalnya maksimal 30 menit). Sedangkan RPO mengukur toleransi maksimal kehilangan data transaksi (misalnya maksimal 5 menit data terakhir).
2. Arsitektur Replikasi Otomatis dan Failover Lintas Wilayah Geografis
Goodsyst merancang infrastruktur ERP dengan mekanisme replikasi data asinkronus ke server cadangan di pusat data berbeda kota. Jika server utama tidak merespons dalam waktu yang ditentukan, mekanisme health-check otomatis dapat mengalihkan rute DNS ke server sekunder secara mulus.
3. Uji Simulasi Bencana Rutin Tanpa Mengganggu Operasional Harian
Rencana darurat yang tidak pernah diuji hanyalah ilusi keamanan. Sistem yang dirancang Goodsyst memungkinkan tim IT melakukan simulasi pemulihan bencana (fire drill) secara berkala di lingkungan terisolasi untuk memastikan kesiapan seluruh prosedur.
"Penerapan arsitektur DRP otomatis menghasilkan RTO di bawah 15 menit dan RPO mendekati 0 detik, melindungi kelangsungan bisnis dari kerugian miliaran rupiah."
Pastikan sistem operasional bisnis Anda memiliki ketahanan bencana berstandar perbankan bersama Goodsyst.
Konsultasikan Kebutuhan Anda
Tertarik dengan solusi di atas? Diskusikan sistem impian bisnis Anda secara gratis bersama tim ahli kami.