1. Pemisahan Hak Akses Berdasarkan Prinsip Segregation of Duties (SoD)

Sistem mencegah terjadinya konflik kepentingan dengan memisahkan fungsi pencatatan dan persetujuan. Sebagai contoh, staf pengadaan barang yang membuat Purchase Order (PO) tidak boleh memiliki izin untuk menyetujui (approve) atau mencairkan pembayaran atas PO tersebut.

2. Izin Berbasis Aksi Granular (View, Create, Edit, Delete, Export)

Alih-alih sekadar memberi akses satu halaman utuh, izin diatur hingga ke tingkat tindakan spesifik. Sebagai contoh, staf customer service dapat melihat rincian pesanan klien tetapi dilarang mengunduh (export) data pelanggan massal ke file Excel atau melihat margin laba kotor perusahaan.

3. Audit Logging Real-Time untuk Setiap Perubahan Otorisasi

Setiap perubahan peran pengguna atau penetapan hak akses khusus dicatat secara otomatis ke dalam log audit keamanan yang tidak dapat dihapus. Tim kepatuhan (compliance) dapat meninjau siapa yang memberikan izin dan kapan izin tersebut digunakan secara transparan.

"Penerapan RBAC yang granular dan prinsip Segregation of Duties mampu mencegah potensi kecurangan internal (fraud) hingga 90% pada sistem enterprise."

Kuatkan tata kelola keamanan dan kontrol akses internal pada aplikasi enterprise Anda. Konsultasikan perancangan arsitektur keamanan dan RBAC kustom bersama tim Goodsyst via WhatsApp atau Email.